Minggu, 30 November 2014
Sabtu, 08 November 2014
manusia dan tanggung jawab
Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin di bumi ini.
Jika kita melihat itu dari sudut pandang agama islam,hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-qur'an surat al-baqarah ayat 30 yaitu
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".
Manusia sebagai khalifah Allah fil ardhi menjadi wakil Tuhan di muka
bumi, yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka
bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang
memungkinkan manusia mengelola serta mendayagunakan apa yang ada di
bumi, untuk kepentingan hidupnya. Dengan demikian hal ini berarti ia
diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dan karenanya mesti mengetahui
seluk-beluk bumi, atau paling tidak punya potensi untuk mengetahuinya.
Kedudukan manusia sebagai khalifah atau pengganti Allah di muka bumi
dikritisi oleh malaikat karena mereka – manusia – mempunyai potensi
untuk membuat kerusakan di muka bumi. Akan tetapi Allah menegaskan bahwa
malaikat belum mengetahui tentang manusia, lalu manusia menunujukkan
kemampuannya untuk menyebutkan nama-nama. Dengan kemampuan ini, yang
berarti juga kemampuan untuk berinisiatif, dengan demikian manusia tidak
hanya berpotensi merusak akan tetapi juga memiliki potensi untuk
berbuat kebaikan.
Oleh sebab itu dalam konteks islam manusia haruslah mempunyai tanggung jawab terhadap bumi ini. Allah telah melarang manusia untuk berbuat kerusakan.Manusia juga harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah mereka perbuat selama di dunia ini karena hal itu akan ditanyakan apabila mereka sudah tiada. sebagaimana Rasulallah SAW telah bersabda
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ
عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُوْلُ: كًلُّكُمْ رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالإِمَامُ
رَاعٍ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى أَهْلِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ
رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ مَسْؤُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ
رَاعٍ فِى مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَقَالَ حَسِبْتُ أَنْ
قَالَ : وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى مَالِ اَبِيْهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَ
كًلُّكُمْ رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخارى ومسلم
والترمذى)
yang artinya: Dari Abdullah bin Umar ra. ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Setiap kamu adalah
pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Imam adalah
pemimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Lelaki adalah pemimpin dalam
keluarganya dan bertanggung jawab atas anggota
keluarganya. Dan seorang perempuan adalah pemimpin dalam rumah tangga
suaminya, dan ia bertanggung jawab atas semua anggota keluarganya. Seorang
pembantu adalah pemimpin bagi harta
majikannya, dan ia bertanggung jawab atas keselamatan dan keutuhan
hartanya". Abdullah berkata : 'Aku mengira Rasulullah mengatakan pula
bahwa seseorang adalah pemimpin bagi harta ayahnya dan bertanggung jawab atas
keselamatan dan keutuhan hartanya itu. Semua kamu adalah pemimpin dan
bertanggung jawab atas'segala yang dipimpinnya.(HR. Bukhari Muslim dan Turmudzi).
Begitulah sekiranya kita sebagai manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang sudah ditetapkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini. Agar berbuat kebaikan dan kebenaran, serta mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita pimpin dan apa yang sudah kita perbuat.
Langganan:
Komentar (Atom)