Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label softskill. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2015

perbedaan antara bakat dan kreativitas



PERBEDAAN ANTARA BAKAT DAN KREATIVITAS

          Setiap manusia dilahirkan dengan ciri fisik maupun ciri intelejensi yang bermacam-macam, hal ini karena setiap manusia memiliki gen yang berbeda-beda. Sifat pembawaan dari orang tua sangat berpengaruh pada apa yang akan diturunkan kepada anaknya. Oleh karena itu manusia memiliki bakat dan tingkat kecerdasan yang berbeda beda.
Ada beberapa devinisi bakat yang dikemukakan oleh para ahli diantaranya adalah:
          Bingham (1986) menjelaskan bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik atau kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memeungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrmpilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain music  dan lain-lain.
Crow & Crow dalam bukunya General Psychology sebagaimana dikutup oleh Nurkancana (1993 : 191), mengatakan bahwa :Bakat adalah suatu kualitas yang Nampak pada tingkah laku manusia pada suat lapangan keahlian tertentu seperti music, seni mengarang, kecakapan dalam matematika, keahlian dalam bidang mesin, atau keahlian-keahlian lainnya.
Suzuki (1993:1-2) mempunyai pandangan yang menarik tentang bakat. Ia beranggapan kata sejak lahir digunakan secra ceroboh didalam pernyataan sejak lahir ketika kita mengatakan anak mempunyai bakat sejak lahir sebenarnya telah berusia lima atau enam tahun. Ketika kita melihat bayi yang baru lahir tentu kita tidak akan pernah bisa memastikan apakah bayi tersebut nantinya jadi pemain bola yang baik, pemain musik ataukah menjadi seorang sasatrawan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulakan bahwa bakat adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dan dibawa sejak lahir kemudian dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan keterampilan khusus yang akan berkembang pada diri seseorang.
Lalu apakah kreativitas itu?
          Kreativitas adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh individu/ seseorang untuk memahami keadaan/dunia, dalam menginterprestasikan pengalaman dan memecahkan masalah dengan cara yang baru dan asli (membuat/ menciptakansuatuhal yang baru yang bermanfaat).
Berikut ini adlah kriteria-kriteria kreativitas :
- Sensitivity to problems, yaitu kreativitas dilihat dari kepekaan terhadap masalah yang muncul.
- Originality, yaitu pemecahan masalah dengan cara baru, bukan meniru pemecahan     masalah orang lain.
- Breadth, yaitu ketepatan dalam pemecahan masalah dan berguna.
- Ingenuity, yaitu adanya kecerdikan dalam pemecahan masalah.
- Recognity by peers, yaitu adanya pengakuan dari kelompoknya tentang penemuannya.
karena kreativitas merupakan hasil dari proses berpikir kreatif yang dilakukan oleh seseorang, sehingga Berpikir kreatif sangat erat hubungannya dengan kreativitas.
Jika dilihat dari penjelasan diatas maka kita dapat mengartikan bahwa kreativitas adalah sebuah kemampuan manusia untuk menginterprestasikan apa yang sudah mereka alami dan yang sudah dipelajari dengan cara  mereka sendiri namun tetap dalam kontrol sosial.

Dari dua penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa bakat dan kreativitas memiliki definisi yang berbeda. Bakat adalah sifat/kemampuan yang telah kita bawa sejak kita dilahirkan dan hal tersebut sudah paten kita miliki namun kita memerlukan pengembangan khusus yaitu dengan cara berlatih agar bakat tersebut menjadi berkembang terus-menerus. Sedangkan kreativitas adalah kemampuan seseorang dalam memahami maupun menginterprestasikan apa yang telah dikuasai, dialami, serta dipelajari oleh seseorang agar menghasilkan sesuatu yang yang baru (karya) dan terdapat nilai estetika atau keindahan.


sumber:
http://ritaheriyantibks.blogspot.com/p/bakat.html 
http://islamlover-kaskus.blogspot.com/2015/04/bakat-adalah-ada-beberapa-devinisi.html

Sabtu, 08 November 2014

manusia dan tanggung jawab

   Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin di bumi ini.
Jika kita melihat itu dari sudut pandang agama islam,hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-qur'an surat al-baqarah ayat 30 yaitu

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi".
   Manusia sebagai khalifah Allah fil ardhi menjadi wakil Tuhan di muka bumi, yang memegang mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepada manusia bersifat kreatif, yang memungkinkan manusia mengelola serta mendayagunakan apa yang ada di bumi, untuk kepentingan hidupnya. Dengan demikian hal ini berarti ia diberi kepercayaan untuk mengelola bumi dan karenanya mesti mengetahui seluk-beluk bumi, atau paling tidak punya potensi untuk mengetahuinya.
   Kedudukan manusia sebagai khalifah atau pengganti Allah di muka bumi dikritisi oleh malaikat karena mereka – manusia – mempunyai potensi untuk membuat kerusakan di muka bumi. Akan tetapi Allah menegaskan bahwa malaikat belum mengetahui tentang manusia, lalu manusia menunujukkan kemampuannya untuk menyebutkan nama-nama. Dengan kemampuan ini, yang berarti juga kemampuan untuk berinisiatif, dengan demikian manusia tidak hanya berpotensi merusak akan tetapi juga memiliki potensi untuk berbuat kebaikan.

Oleh sebab itu dalam konteks islam manusia haruslah mempunyai tanggung jawab terhadap bumi ini. Allah telah melarang manusia untuk berbuat kerusakan.Manusia juga harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah mereka perbuat selama di dunia ini karena hal itu akan ditanyakan apabila mereka sudah tiada. sebagaimana Rasulallah SAW telah bersabda

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: كًلُّكُمْ رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالإِمَامُ رَاعٍ  وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى أَهْلِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ مَسْؤُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا وَالْخَادِمُ رَاعٍ فِى مَالِ سَيِّدِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَقَالَ حَسِبْتُ أَنْ قَالَ : وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِى مَالِ اَبِيْهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَ كًلُّكُمْ رَاعٍ وَكَلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخارى ومسلم والترمذى)
  yang artinya: Dari Abdullah bin Umar ra. ia berkata : Saya mendengar Ra­sulullah saw. bersabda : "Setiap kamu adalah pemimpin dan ber­tanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Imam adalah pe­mimpin dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Lelaki adalah pemimpin dalam keluarganya dan bertanggung jawab atas ang­gota keluarganya. Dan seorang perempuan adalah pemimpin da­lam rumah tangga suaminya, dan ia bertanggung jawab atas se­mua anggota keluarganya. Seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya, dan ia bertanggung jawab atas ke­selamatan dan keutuhan hartanya". Abdullah berkata : 'Aku me­ngira Rasulullah mengatakan pula bahwa seseorang adalah pe­mimpin bagi harta ayahnya dan bertanggung jawab atas ke­selamatan dan keutuhan hartanya itu. Semua kamu adalah pe­mimpin dan bertanggung jawab atas'segala yang dipimpinnya.(HR. Bukhari Muslim dan Turmudzi).

 Begitulah sekiranya kita sebagai manusia, makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT yang sudah  ditetapkan untuk menjadi pemimpin di muka bumi ini. Agar berbuat kebaikan dan kebenaran, serta mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita pimpin dan apa yang sudah kita perbuat.