Senin, 01 Desember 2014

5 Fakta Psikologi Menarik

1. Decoy Effect
Decoy Effect adalah teknik psikologis yang sangat kuat dan efektif yang digunakan oleh orang marketing. Decoy effect adalah fenomena dimana konsumen cenderung akan mengganti pilihan di antara 2 opsi jika diberikan opsi ketiga yang tidak seimbang. Sebagai ilustrasi, katakanlah di sebuah toko ada harga sebagai berikut:
Teh manis kecil ….. Rp 3.000,00
Teh manis besar …. Rp 7.000,00
Sebagian besar orang akan memilih membeli yang kecil karena 7000 rupiah rasanya terlalu mahal untuk harga teh manis. Tapi, toko lalu memasukkan pilihan decoy, sehingga harga menjadi seperti ini:
Teh manis kecil ….. Rp 3.000,00
Teh manis sedang .. Rp 6.500,00
Teh manis besar …. Rp 7.000,00
Sekarang, sebagian besar orang akan memilih yang besar, karena harga ukuran yang besar wajar-wajar saja, malah murah karena hanya beda 500 rupiah dengan ukuran sedang. Penjual kadang tidak menggunakan decoy effect untuk barang yang paling mahal. Contoh di dunia nyata, screenshot saya ambil dari website resmi Apple hari ini:
ipod touch
Jika kita ingin membeli iPod dengan kapasitas 2x lipat – dari 16 GB ke 32 GB -, kita hanya perlu menambah $70 dan mendapat fitur-fitur tambahan seperti kamera 5MP, dll. Tapi untuk meningkatkan kapasitas dari 32 GB ke 64 GB, tambahan harganya $100, dan tidak ada fitur tambahan. Kira-kira apa yang akan dibeli orang? Sebagian besar orang akan membeli yang 32 GB, sedikit akan membeli yang 16 GB, dan akan sangat sedikit sekali yang membeli 64 GB. iPod dengan kapasitas 16 GB dan 64 GB berfungsi sebagai decoy yang menjadikan kapasitas 32 GB terlihat sebagai pilihan terbaik.
Decoy effect adalah salah satu trik ampuh penjual/marketer untuk menggiring kita belanja barang yang tidak kita butuhkan secara berlebihan.

2. Bystander Effect
Kita mungkin berpikir bahwa jika kita mengalami kecelakaan, kemungkinan kita diselamatkan orang lebih tinggi jika kita berada di tempat yang ramai. Tapi, insiden dan eksperimen yang tak terhitung banyaknya malah menunjukkan hal yang sebaliknya. Semakin banyak orang yang melihat, semakin kecil peluang ada orang yang akan menolong. Hal ini disebabkan oleh fenomena Diffusion of Responsibility, yaitu fenomena dimana seseorang akan semakin merasa tidak bertanggungjawab untuk berbuat (atau tidak berbuat) sesuatu ketika ada orang lain.
Salah satu kasus paling terkenal sebagai contoh akibat Bystander Effect ini adalah Richmond Gang Rape. Pada tanggal 24 Oktober 2009, di suatu sekolah di daerah California AS, sedang diadakan pesta dansa di gedung olahraga. Sementara itu, di saat yang sama, seorang gadis berusia 15 tahun diperkosa dan dipukuli beramai-ramai oleh sekitar 10 orang di halaman sekolah. Polisi mencatat bahwa setidaknya ada dua lusin saksi mata yang melihat kejadian ini tapi tidak melapor ke polisi sebelum akhirnya setelah dua setengah jam pacar korban melapor ke polisi. Berikut pengakuan salah satu saksi mata saat itu:
Mereka menendangnya di kepala dan menghajarnya, mengambil barang-barangnya dan menyobek pakaiannya; pemandangan itu bukanlah hal yang dapat kamu lupakan. Para pelaku sangat biadab, seolah-olah korban bukan manusia; aku melihat hal-hal yang gila. Korban sempat terdiam cukup lama; aku sempat berpikir ia telah mati tapi lalu aku melihat ia bergerak-gerak. Aku merasa aku bisa melakukan sesuatu tapi aku merasa tidak memiliki tanggung jawab atas apa yang tengah terjadi.
Contoh kasus lain adalah kematian balita Wang Yue di Cina. Rekaman video menunjukkan seorang balita berusia 2 tahun ditabrak mobil dan digilas truk tapi lalu dibiarkan begitu saja berdarah dan meronta-ronta di jalan. Setidaknya ada 18 orang yang melihat balita tersebut, sebagian sempat berhenti untuk menatap, tapi semuanya lalu berlalu begitu saja tanpa memberi pertolongan apa-apa, hingga akhirnya balita tersebut diselamatkan oleh seorang nenek-nenek. Sayangnya, setelah dibawa ke rumah sakit, 8 hari kemudian balita tersebut tetap meninggal.

3. Pratfall Effect
Pratfall effect adalah fenomena dimana, seseorang yang terlihat menarik/atraktif di mata orang lain, akan terlihat semakin menarik jika ia membuat kesalahan/kekhilafan. Pada dasarnya, hal ini berarti kita tidak perlu merasa khawatir jika kita:
  • Terpeleset di depan orang yang kita taksir
  • Mengakui kesalahan secara terbuka
  • Dll.
Namun, harus diingat baik-baik bahwa agar Pratfall Effect ini terjadi, kita harus dinilai menarik/atraktif/sempurna sebelum kita membuat kesalahan. Jika kita dinilai tidak menarik/tidak atraktif, membuat blunder/kesalahan hanya akan membuat kita menjadi semakin tidak menarik.

4. Contrast Effect
Contrast effect adalah perubahan persepsi akibat pemaparan simultan dengan stimulus yang memiliki nilai lebih rendah atau lebih tinggi. Contoh mudahnya adalah percobaan sederhana berikut:
Sediakan tiga mangkok dan letakkan berdampingan. Isi mangkok kiri dengan air es, mangkok tengah dengan air biasa, dan mangkok kanan dengan air panas. Masukkan tangan kiri ke mangkok kiri, dan tangan kanan ke mangkok kanan. Setelah 1 menit, angkat kedua tangan, dan masukkan tangan kiri dan tangan kanan ke mangkok tengah secara bersamaan. Pada tangan kiri (yang baru terkena air dingin), airnya akan terasa hangat, sedangkan pada tangan kanan (yang baru terkena air panas), airnya akan terasa sejuk.
Contrast effect ini dapat dimanfaatkan untuk keuntungan kita pada berbagai aktivitas sosial. Contoh, jika kita adalah bos:
Karyawan: “Bos, saya minta naik gaji.”
Bos: “Kamu saya pecat!”
Karyawan: “Tidaaakk!!”
Bos: “Ngga, saya ga serius. Kamu gajinya saya naikkan tapi 2% saja ya, masih mending kan daripada dipecat?”
Contoh lain, contrast effect ini dapat kita manfaatkan untuk meminta orang melakukan sesuatu. Dengan meminta hal yang sulit lebih dahulu (yang kira-kira akan ditolak), jika kita langsung melanjutkan dengan meminta hal yang lebih mudah (permintaan yang sesungguhnya) maka permintaan kita yang sesungguhnya akan lebih mungkin diterima. Contoh:
Pemuda: “Hai cewek, boleh kenalan ga?”
Gadis: “Ih, amit-amit!”
Tapi, situasi ini bisa direvisi dengan memanfaatkan contrast effect seperti iklan zaman baheula:
Pemuda: “Neng, punya dongkrak?”
Gadis: “Aduh, ga punya mas.”
Pemuda: “Tapi, kalau nama punya kan?” ;)

5. Bouba-Kiki Effect
Perhatikan gambar berikut:
bouba kiki

Di antara A dan B, bentuk yang satu namanya Bouba, dan yang satu lagi namanya Kiki. Pertanyaannya: Menurut Anda, yang manakah Bouba, dan yang manakah Kiki?
Jika Anda menjawab bahwa A adalah Kiki dan B adalah Bouba, maka jawaban Anda sama dengan jawaban 95% orang berbahasa Spanyol, Inggris, dan India yang menjadi subjek penelitian. Ini merupakan kemampuan bawaan otak kita dimana sensasi indra dalam satu bentuk dapat menjadi bentuk sensasi lain.

 

Manfaat Puasa


Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita sangat luar biasa. Puasa yang membuat anda menahan diri dari banyak hal bisa membantu anda dari perilaku konsumerisme misalnya. Kenapa? Ketika berpuasa, pasti anda otomatis akan mengurangi porsi makan anda, dan ketika anda terbiasa makan dalam jumlah kecil, kehidupan anda secara keseluruhan juga akan menjadi lebih sederhana. Anda bisa menekan keinginan anda untuk berbelanja baju-baju branded yang mungkin belum anda perlukan, dan pembelanjaan lainnya. Sementara, berdasarkan penelitian, mereka yang hidup sederhana ternyata jauh lebih bahagia daripada sebaliknya. Dengan berpuasa, anda sudah membantu kelangsungan hidup manusia sendiri, yang terancam oleh rasa rakus terhadap kesenangan yang bersifat duniawi. Dengan terbebas dari keinginan-keinginan yang berlebihan, anda akan lebih mandiri, lebih merdeka dalam menjalani hidup, lebih merasa tenteram, dan punya lebih banyak kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

Menjalani dan Menuai Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Secara psikologis, puasa bisa mendatangkan kebahagiaan karena kita jadi bisa berbagi dengan sesama. Dengan gaya hidup yang bersahaja, akan ada kelebihan yang dapat anda bagikan untuk membantu yang berkekurangan. Bukankah dengan banyak berbagi dengan sesame, anda akan semakin dekat dengan Tuhan? Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita juga dengan mematikan rasa marah, atau hasrat berbuat maksiat, karena rasa lapar yang mendominasi. Seandainya anda kenyang tentu akan ada lebih banyak energy untuk melakukan hal-hal yang tidak baik bukan? Hal inilah yang berhasil disingkirkan lewat puasa. Dengan merasa lapar, anda juga lebih mudah terjaga dan bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdoa. Dengan berpuasa, anda juga akan memiliki lebih banyak waktu untuk hal-hal lain yang biasanya tidak sempat anda lakukan karena rutinitas makan, mulai dari memasak, menyajikan, sampai menyantapnya.

Rasakan Segera, Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita

Selain banyaknya hal positif yang secara psikologis kita rasakan dari berpuasa, ternyata puasa juga bisa menambah kecerdasan anda. Tugas otak yang berkurang tentu bisa menjadi kesempatan untuk otak anda beristirahat. Hasilnya, daya ingat anda meningkat, kinerja otak juga meningkat, konsentrasi membaik, dan tentunya menjadi pribadi yang lebih baik lagi karena mampu menjadi pendengar yang lebih baik serta berbicara lebih baik juga. Jadi, rasakan Manfaat Puasa Bagi Perkembangan Psikologi Kita, asalkan anda juga tidak melupakan kebutuhan tubuh anda akan nutrisi serta tidur yang cukup.
kisah Abu Nawas


Khalifah Harun Al-Rasyid marah besar pada sahib karibnya dan setia, yaitu Abu Nawas. Ia ingin menghukum mati Abu Nawas setelah menerima laporan bahwa Abu Nawas mengeluarkan fatwa tidak mau rukuk dan sujud dalam shalat. Lebih lagi, Harun Al-Rasyid mendengar Abu Nawas mengatakan bahwa dirinya Khalifah yang suka fitnah!
Menurut para pembantunya, Abu Nawas layak dipancung karena melanggar syariat Islam dan menyebar fitnah.

Khalifah mulai terpancing. Tapi untung ada seorang pembantunya yang memberi saran untuk melakukan tabayun (konfirmasi). Abu Nawas pun digeret menghadap Khalifah. Kini, ia menjadi pesakitan.

“Hai Abu Nawas, benar kamu berpendapat tidak rukuk dan sujud dalam shalat?” tanya Khalifah ketus.
Abu Nawas menjawab tenang, “Benar saudaraku.”

Khalifah kembali bertanya dengan nada suara yang lebih tinggi, “Benar kamu berkata kepada masyarakat bahwa aku, Harun Al-Rasyid, adalah seorang yang suka fitnah?”

Abu Nawas menjawab, “Benar, saudaraku.”

Khalifah berteriak dengan suara menggelegar. “Kamu memang pantas dihukum mati, karena melanggar syariat Islam dan menebar fitnah tentang khalifah!”

Abu Nawas tersenyum seraya berkata, “Saudaraku, memang aku tidak menolak bahwa aku telah mengeluarkan dua pendapat tadi, tapi sepertinya kabar yang sampai padamu tidak lengkap. Kata-kataku dipelintir, dijagal, dan seolah-olah aku berkata salah.”

Khalifah berkata dengan ketus, “Apa maksudmu? Jangan membela diri, kau telah mengaku dan mengatakan kabar itu benar adanya.”

Abu Nawas beranjak dari duduknya dan menjelaskan dengan tenang. “Saudaraku, aku memang berkata rukuk dan sujud tidak perlu dalam shalat, tapi shalat apa dulu? Waktu itu aku menjelaskan tata cara shalat jenazah yang memang tidak perlu rukuk dan sujud.”

“Bagaimana soal aku yang suka fitnah?” tanya khalifah.
Abu Nawas menjawab dengan senyum, “Kalau itu, aku sedang menjelaskan tafsir ayat 28 surat Al-Anfal, yang berbunyi ketahuilah bahwa kekayaan dan anak-anakmu hanyalah ujian (fitnah) bagimu. Sebagai seorang khalifah dan seorang ayah, Anda sangat menyukai kekayaan dan anak-anak, berarti Anda suka ‘fitnah’ itu.”

Mendengar penjelasan Abu Nawas yang sekaligus kritikan, Khalifah Harun Al-Rasyid tertunduk malu, menyesal dan sadar. Rupanya, kedekatan Abu Nawas dengan Harun Al-Rasyid menyulut iri dan dengki di antara para pembantunya. Abu Nawas memanggil khalifah dengan “Ya Akhi” (saudaraku). Hubungan di antara mereka bukan antara tuan dan hamba. Para pembantu khalifah yang hasud ingin memisahkan hubungan akrab tersebut dengan memutarbalikan berita.

Kisah Lima Perkara Aneh

Abu Laits as-Samargandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur.Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul, ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi.."Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat.Engkau dikehendaki berbuat, Pertama :Apa yang kau lihat (hadapi) maka makanlah, Kedua; Engkau sembunyikan, Ketiga; engkau terimalah, Keempat; jangan engkau putuskan harapan , Kelima; larilah engkau dari padanya"
Pada ke esokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam.Nabi itu kebingungan sambil berkata "aku diperintahkan memakan yang pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan. Maka Nabi terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat ingin memakannya.Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.Maka Nabi itu pun mangambilnya lau disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu.Diapun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya dan bertemu dengan sebuah  mangkuk emas.Lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu mangkuk mas tsb ditanam seperti perintah kedua.Kemudian ditinggalkannya.Tiba-tiba mangkuk emas tsb keluar lagi.Nabi menanamnya kembali hingga 3 kali berturut-turut.Maka berkatalah Nabi itu"Aku telah melaksanakan perintahmu."lalu dia pun meneruskan perjalanannya .Tanpa disadari oleh Nabi titu mangkuk emas tadi keluar lagi dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil.Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, " Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukka kedalam bajunya. Melihat hal itu, lantas burung elang tsb menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi.Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.Nabi teringat pesan dalam mimpinya yang ke empat,yaitu tidak boleh memutuskan harapan.Dia menjadi bingung menyelesaikan perkara itu Akhirnya diapun membuat keputusan utuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan buruing kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.Kemudian Nabi pun melanjutkan perjalanannya.Dlm perjalanan ini Nabi menemukan bangkai yang sangat busuk baunya,maka Nabi segera lari dari tempat itu karena tak tahan mencium baunya.
Setelah menemui kelima perkara seperti yang diarahkan dalam mimpi Nabi itu, Nabi pun pulang kembali kerumahnya.Pada malam itu Nabi berdo'a .Dalam do'a dia berkata, "Ya Allah, aku telah melaksanakan perintahMu sebagaimana yang diberitahukan dalam mimpiku, maka jelaskanlah padaku arti semua ini."Dalam mimpi Beliau diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa .: "yang pertama engkau makan itu adalah amarah.Pada mulanya nampak besar seperti bukit, tetapi akhirnya jika bersabar dan dapat mengontrol serta menahannya, maka marah itu akan berubah menjadi sesuatu yang lebih manis daripada madu.Kedua;semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan maka akan tetap tampak jua.Ketiga; jika menerima amanah seseorang maka janganlah kamu khianat,Keempat: Jika orang minta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantunya meskipun harus mengorbankan kepentinganmu. Kelima; bau yang busuk adalah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

Saudara-saudaraku amalkanlah kelima hal tadi dalam hidup kita, untuk menghindar lima hal yang buruk yang biasa terjadi dalam hidup kita.
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
B. CITA-CITA
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
– Faktor manusia
– Faktor kondisi
– Faktor tingginya cita-cita
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.
D. USAHA / PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.

E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAIIK.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal
(2) Mengerti
(3) Menghayati
(4) Meyakini
(5) Mengabdi
MANUSIA DAN HARAPAN
A. PENGERTIAN HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan,Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Contoh :
– Budi seorang mahasiswa, ia rajin belajar dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang baik Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
– keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
– pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
B. APA SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN ?
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
1.Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya.
2.Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bennacani-macant kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
3.Kelangsungan hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia
4.Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan.
5.Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. “Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!” Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.
Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai.
Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
6.Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup.
setiap manusia yang lahir di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu.
7.Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.

This story is a about a guy who goes to a police station to make a report and here is the starting of the story
Man: ” Hi sir, I would like to complain about one of your police officer, who have assaulted me at the cafe.”
Sergeant: ” Can I have your name pls?”
Man: “Batman”
Sergeant: “Batman?”
Man: “Yes, Batman.”
Sergeant: “You trying to be funny is it?”
Man: “No.”
Sergeant: “Than what is your father’s name?”
Man: “Suparman”
Sergeant: “Hey,you trying to be funny is it?”
Man: “No.”
Sergeant: “You are telling me that you are BATMAN, the son of SUPERMAN
Man: “Yes”
Sergeant: “You really too much you know, I can charge you for this offence for lying your name to an officer. Show me your ID card.”
kisah inspiratif


Saat Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, dia bertanya kepada para peserta kuliah,

“Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” Jawaban para peserta sangat beragam, mulai dari 200 gram sampai 500 gram.



“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya. Tetapi berapa lama anda memegangnya,” ungkap Covey.

“Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulan untuk saya,” lanjutnya.

“Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya,” ungkap Covey.

”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok,” lanjutnya.

“Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” kata Covey.

TENTANG KEADILAN


Suatu pagi, saya memberi uang saku kepada adik saya. Kebetulan saya memiliki dua orang adik. Seorang adik perempuan kelas 6 SD dan seorang adik laki-laki kelas 3 SD. Saya memberikan uang saku dengan jumlah yang berbeda kepada mereka. Tentu saja adik perempuan saya mendapat jumlah uang saku yang lerbih banyak. Mengetahui hal ini, saat sepulang sekolah adik laki-laki saya protes kepada saya.
“Mas, kalo bagi uang yang adil donk! Masak uang sakuku lebih sedikit dari punyane kakak?”

Kemudian saya melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya, “Menurutmu adil itu yang seperti apa?”

Dengan polosnya adik saya yang baru berusia 9 tahun itu menjawab, “Ya harus sama jumlahnya donk, Mas. Kalo kakak dapet sekian aku juga harus dapat jumlah yang sama juga.”

Dengan tersenyum saya meninggalkan dia. Sesaat kemudian saya menemui dia lagi dengan membawa dua buah gelas, literan, dan sebotol air. Kedua gelas itu memiliki ukuran berbeda. Yang pertama gelas besar dan yang kedua gelas kecil.

“Ok dik, sekarang aku minta, tolong masing-masing gelas kamu isi dengan air sebanyak 240 mL!”

Dengan sedikit pengarahan dari saya, dia mulai mengisikan air ke dalam literan hingga mencapai angka 240 mL dan menuangkannya ke dalam gelas besar. Pada gelas yang besar, air hampir memenuhi isi gelas. Namun, pada saat dia mengisi gelas yang kecil airnya tumpah.

Kemudian saya meminta dia untuk mengosongkan gelas-gelas tersebut. Dan sekarang saya memberi instruksi yang berbeda. “Sekarang isikan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh!”

Dia mulai menuangkan air ke dalam masing-masing gelas hingga penuh. Dan sekarang tidak ada air yang tumpah.

Sahabatku sekalian!

Satu pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita di atas : Keadilan itu bukan tergantung dari jumlahnya tetapi dari ukurannya.

Sering diantara kita mengeluh kepada Allah. “Ya Allah mengapa dia memiliki harta yang lebih banyak dari aku? Pada dia memiliki pekerjaan yang sama, ibadah kita juga sama. Bahkan terkadang aku lebih baik dari dia.”
Sadarkah kita bahwa Allah itu Maha Mengetahui? Dia tahu akan ukuran setiap hamba-Nya. Dia tidak akan memberikan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali sesuai ukuran sang hamba.

So, jangan pernah berburuk sangka kepada Allah! Tetaplah berusaha dan mensyukuri apa yang diberikan Allah kepada kita! Janganlah mengeluh dan berputus asa! Tapi yakinlah Allah selalu memberi yang terbaik sesuai dengan ukuran hamba-Nya!

The Script – Hall Of Fame (feat. Will.I.Am)

 

Yeah, You could be the greatest
You can be the best
You can be the king kong banging on your chest

You could beat the world
You could beat the war
You could talk to God, go banging on his door

You can throw your hands up
You can be the clock
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don't wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself

Standing in the hall of fame
And the world's gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world's gonna know your name
And you'll be on the walls of the hall of fame

You could go the distance
You could run the mile
You could walk straight through hell with a smile

You could be the hero
You could get the gold
Breaking all the records that thought never could be broke

Do it for your people
Do it for your pride
Never gonna know if you never even try

Do it for your country
Do it for you name
Cause there's gonna be a day

When your, standing in the hall of fame
And the world's gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world's gonna know your name
And you'll be on the walls of the hall of fame

Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion

On the walls of the hall of fame

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions
Be true seekers

Be students
Be teachers
Be politicians
Be preachers

Be believers
Be leaders
Be astronauts
Be champions

Standing in the hall of fame
And the world's gonna know your name
Cause you burn with the brightest flame
And the world's gonna know your name
And you'll be on the walls of the hall of fame

                                

(You can be a champion)

You could be the greatest
(You can be a champion)
You can be the best
(You can be a champion)
You can be the king kong banging on your chest

(You can be a champion)
You could beat the world
(You can be a champion)
You could beat the war
(You can be a champion)
You could talk to God, go banging on his door

(You can be a champion)
You can throw your hands up
(You can be a champion)
You can be the clock
(You can be a champion)
You can move a mountain
(You can be a champion)
You can break rocks

(You can be a champion)
You can be a master
(You can be a champion)
Don't wait for luck
(You can be a champion)
Dedicate yourself and you can find yourself
(You can be a champion)

Standing in the hall of fame