Senin, 01 Desember 2014

Kisah Lima Perkara Aneh

Abu Laits as-Samargandi adalah seorang ahli fiqh yang masyur.Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku menceritakan bahwa antara Nabi-nabi yang bukan Rasul, ada menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi.."Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menuju ke barat.Engkau dikehendaki berbuat, Pertama :Apa yang kau lihat (hadapi) maka makanlah, Kedua; Engkau sembunyikan, Ketiga; engkau terimalah, Keempat; jangan engkau putuskan harapan , Kelima; larilah engkau dari padanya"
Pada ke esokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam.Nabi itu kebingungan sambil berkata "aku diperintahkan memakan yang pertama yang aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan. Maka Nabi terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat ingin memakannya.Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.Maka Nabi itu pun mangambilnya lau disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu.Diapun mengucapkan syukur 'Alhamdulillah'.Kemudian Nabi melanjutkan perjalannya dan bertemu dengan sebuah  mangkuk emas.Lantas Nabi itu pun menggali sebuah lubang lalu mangkuk mas tsb ditanam seperti perintah kedua.Kemudian ditinggalkannya.Tiba-tiba mangkuk emas tsb keluar lagi.Nabi menanamnya kembali hingga 3 kali berturut-turut.Maka berkatalah Nabi itu"Aku telah melaksanakan perintahmu."lalu dia pun meneruskan perjalanannya .Tanpa disadari oleh Nabi titu mangkuk emas tadi keluar lagi dari tempat ia ditanam.
Ketika dia sedang berjalan, tiba-tiba dia melihat seekor burung elang sedang mengejar seekor burung kecil.Kemudian terdengarlah burung kecil itu berkata, " Wahai Nabi Allah, tolonglah aku."Mendengar rayuan burung itu, hatinya merasa simpati lalu dia pun mengambil burung itu dan dimasukka kedalam bajunya. Melihat hal itu, lantas burung elang tsb menghampiri Nabi itu sambil berkata, "Wahai Nabi Allah, aku sangat lapar dan aku mengejar burung itu sejak pagi tadi.Oleh itu janganlah engkau patahkan harapanku dari rezekiku.Nabi teringat pesan dalam mimpinya yang ke empat,yaitu tidak boleh memutuskan harapan.Dia menjadi bingung menyelesaikan perkara itu Akhirnya diapun membuat keputusan utuk mengambil pedangnya lalu memotong sedikit daging pahanya dan diberikan kepada elang itu.Setelah mendapat daging itu, elang pun terbang dan buruing kecil tadi dilepaskan dari dalam bajunya.Kemudian Nabi pun melanjutkan perjalanannya.Dlm perjalanan ini Nabi menemukan bangkai yang sangat busuk baunya,maka Nabi segera lari dari tempat itu karena tak tahan mencium baunya.
Setelah menemui kelima perkara seperti yang diarahkan dalam mimpi Nabi itu, Nabi pun pulang kembali kerumahnya.Pada malam itu Nabi berdo'a .Dalam do'a dia berkata, "Ya Allah, aku telah melaksanakan perintahMu sebagaimana yang diberitahukan dalam mimpiku, maka jelaskanlah padaku arti semua ini."Dalam mimpi Beliau diberitahu oleh Allah S.W.T. bahwa .: "yang pertama engkau makan itu adalah amarah.Pada mulanya nampak besar seperti bukit, tetapi akhirnya jika bersabar dan dapat mengontrol serta menahannya, maka marah itu akan berubah menjadi sesuatu yang lebih manis daripada madu.Kedua;semua amal kebaikan (budi), walaupun disembunyikan maka akan tetap tampak jua.Ketiga; jika menerima amanah seseorang maka janganlah kamu khianat,Keempat: Jika orang minta kepadamu, maka usahakanlah untuknya demi membantunya meskipun harus mengorbankan kepentinganmu. Kelima; bau yang busuk adalah ghibah (menceritakan hal seseorang). Maka larilah dari orang-orang yang sedang duduk berkumpul membuat ghibah."

Saudara-saudaraku amalkanlah kelima hal tadi dalam hidup kita, untuk menghindar lima hal yang buruk yang biasa terjadi dalam hidup kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar