Jumat, 20 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Tahapan-tahapan terjadinya persepsi pada individu
PROSES TERJADINYA PERSEPSI PADA MANUSIA
1.
Proses
Sensasi sampai Presepsi pada manusia
1 1) Stimulus
atau objek adalah yang menghasilkan respon pada organ penginderaan manusia yang berpengaruh terhadap kelakuan manusia setelah menerimanya. Contohnya : Suara, Cahaya, dan Sentuhan.
2 2) Ambang Batas adalah batasan rangsangan yang terjadi oleh stimulus sehingga dapat diterima dengan baik oleh panca indera
a. Ambang Batas Kuat : stimulus yang sangat kuat sehingga dapat ditangkap dengan sangat jelas namun berdampak buruk bagi pengindaraan khususnya pendengaran
Contoh : orang yang teriak dalam ruangan tertutup sehingga semua orang yang didalam ruangan dapat mendengar suaranya
b. Ambang Batas Lemah : stimulus yang sangat lemah sehingga tidak dapat diterima dengan jelas oleh penginderaan manusia.
Contoh : orang berada diantara dua orang yang sedang asik mengobrol namun karena kedua orang tersebut berbicara dengan suara yang pelan sehingga orang yang berada diantara mereka tidak dapat mendengar
3) Panca Indera adalah pengindraan yang di miliki manusia untuk menerima stimulus.
a. Ambang Batas Kuat : stimulus yang sangat kuat sehingga dapat ditangkap dengan sangat jelas namun berdampak buruk bagi pengindaraan khususnya pendengaran
Contoh : orang yang teriak dalam ruangan tertutup sehingga semua orang yang didalam ruangan dapat mendengar suaranya
b. Ambang Batas Lemah : stimulus yang sangat lemah sehingga tidak dapat diterima dengan jelas oleh penginderaan manusia.
Contoh : orang berada diantara dua orang yang sedang asik mengobrol namun karena kedua orang tersebut berbicara dengan suara yang pelan sehingga orang yang berada diantara mereka tidak dapat mendengar
3) Panca Indera adalah pengindraan yang di miliki manusia untuk menerima stimulus.
a. Penglihatan: mata, peka terhadap cahaya
sehingga kita dapat membedakan terang dan gelap, hitam dan putih, warna.
b. Pendengaran: telinga, peka terhadap getaran
yang menghasilkan bunyi.
c. Penciuman: hidung peka terhadap bau
d. Pengecapan: lidah peka sehingga dapat membedakan rasa
manis, asin, asam, pahit
e. Peraba: permukaan kulit, merasakan kasar, halus
dan lembab terhadap sesuatu yang di sentuh kulit.
f. Sixtence atau Indra ke 6 :
pikiran atau otak, karena manusia memiliki 2 alam kesadaran yaitu alam sadar
dan alam bawah sadar, pada penginderaan ini alam bawah sadar lebih besar dari pada alam
sadar manusia itu sendiri.
4) Sensasi berasal dari kata “sense” dalam bahasa Inggris yang berarti alat penginderaan, yang menghubungkan organisasi dengan lingkungannya. Jadi sensasi adalah tahap awal penerimaan informasi dari lingkungan luar yang berupa stimulus dan dapat di terima oleh panca indra sehingga menjadi informasi.
5) Proses yang mempengaruhi adalah stimulus yang diterima oleh alat indera lalu diteruskan ke syaraf sensoris ke otak kemudian dari otak sebagai pusat kesadaran yang mengakibatkan manusia dapat menyadari apa yang dia dilihat, didengar, dan diraba .
6) Persepsi adalah proses mengenali objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapatkan stimulus melalui penginderaan yang memberikan kesan yang sudah bermakna.
A. Persepsi
Visual : stimulus yang didapatkan oleh penginderaan
kemudian diproses untuk mengenali objek atau peristiwa yang terlihat oleh
individu untuk memberikan kesan dan makna
yang dia lihat.
B. Persepsi
Individual : proses mengenali
objek atau peristiwa yang terjadi pada individu setelah mendapatkan stimulus
melalui penginderaan yang memberikan kesan yang bermakna untuk dirinya sendiri
tanpa orang lain mengetahuinya.
2. Faktor
– faktor Presepsi
1. Faktor Internal
a. Alat
Indera, syaraf, dan pusat penyusunan Syaraf
Alat
indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus. Sedangkan syaraf sensoris berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor, ke pusat
susunan syaraf yaitu otak sebagai kesadaran. Supaya terjadinya respon
diperlukan syaraf motorik.
b. Perhatian
adalah proses pada tahap pertama sebagai persiapan mengadakan persepsi.
Perhatian juga bisa disebut pemusatan atau pengonsentrasian seluruh aktivitas
individu pada satu atau sekumpulan objek.
2. Faktor
Eksternal
a. Objek
yang di persepsi adalah stimulus yang memicu atau meransang alat indera atau
reseptor, sebagian besar stimulus itu dating dari luar, ada juga stimulus yang datang
dari dalam individu yang memersepsesi.
b. Nilai
– nilai dan kebutuhan Individu adalah sesuatu stimulus yang dibutuhkan untuk seseorang
dalam bersosialisasi kepada orang lain.
3. Proses
Penambahan Sensasi – presepsi
1) Stimulus adalah ojek dari lingkungan sekitar atau energi yang dihasilkan oleh respon pada alat penginderaan yang berpengaruh pada kelakuan manusia.
1) Stimulus adalah ojek dari lingkungan sekitar atau energi yang dihasilkan oleh respon pada alat penginderaan yang berpengaruh pada kelakuan manusia.
2) Transductive adalah penalaran atau pemikiran yang diamati secara acak dan tidak terfokus pada satu objek.
3)
Brain : Primary Area adalah daerah sensorik premier, area otak utama
yang menerima informasi sensorik dari proyeksi syaraf utama.
4)
Brain : Association Area adalah bagian dari otak yang terhubung ke
fungsi bagian utama dari syaraf utama. Daerah ini bertanggung jawab
untuk berfikir, memori dan pembelajaran dalam kombinasi dengan bagian -
bagian utama.
5) Personalized Preception adalah suatu stimulus yang keluar dengan sendirinya dari dalam diri secara alamiah.
Kamis, 12 Maret 2015
Pentingnya Bakat dan Cara Pengembangannya
PENTINGNYA BAKAT DAN PENGEMBANGANNYA
Bakat mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih potensial atau masih laten, bakat memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud ( Utami Munandar 1992 ). Bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus ( Conny Semiawan 1987 ). Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara umum, sedangkan bakat khusus apabila kemampuan bersifat khusus. Misalnya bakat akademik, sosial, dan seni kinestetik. Bakat khusus biasanya disebut talent sedangkan bakat umum (intelektual) biasanya disebut gifted. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang laten.
Sering kali kita betanya pada diri kita sendiri bakat apakah yang kita miliki? Bagaimana caranya mengetahui bakat yang kita punya?. Tidak banyak dari kita yang mengetahui bakatnya sejak dini, kebanyakan dari mereka masih mencari-cari bakat yang mereka miliki atau bahkan mengikuti orang lain dengan anggapan bisa mengetahui bakat yang mereka punya. Kita tahu bahwa sebenarnya sejak lahir setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing, namun seringkali bakat itu tidak muncul atau tidak berkembang. Banyak yang mengeluh mengalami kesulitan ketika menentukan bakat mana yang harus dikembangkan atau bakat apa yang sesungguhnya dimiliki oleh kita ,oleh sebab itu kita harus tahu bagaimana ciri-ciri yang menunjukkan bahwa kegiatan itu sesuai dengan bakat kita dan cara pengembangannya. Adapun ciri – cirinya adalah sebagai berikut :
a) Tidak merasa terpaksa untuk melakukan suatu hal bahkan lebih cenderung untuk senang melakukannya dan ada perasaan bahagia yang terpancar ketika melakukan, melihat atau bahkan hanya dengan mendengarnya saja.
b) Kita mampu berkonsentrasi terhadap hal tersebut dan cenderung tekun.
c) Mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap hal tersebut.
d) Merasa senang ddan tidak pernah bosan ketika melakukan hal tersebut.
Dalam pengembangannya bakat memerlukan perhatian yang serius dan tidak dianggap remeh,karena bila bakat diperhatikan secara serius maka akan sangat baik untuk kedepannya. Lalu diperlukan juga latihan yang tekun, bukan berarti jika kita sudah mempunyai bakat disuatu bidang lalu kita tidak melatihnya maka bakat kita tersebut tidak akan berkembang dan hanya berada pada tingkat tersebut saja. Oleh karenanya dibutuhkan latihan yang tekun agar bakat yang kita miliki selalu berkembang. Selain itu untuk mengembangkan bakat,kita juga memerlukan sarana,kerjasama dan pengetahuan(pengalaman) yang berfungsi sebagai penunjang berkembangnya bakat tersebut.
Jadi, apabila kita sudah menemukan bakat yang kita miliki tugas kita adalah terus mengasahnya, melatihnya, dan mengembangkannya agar bakat yang kita miliki itu bisa membuahkan hasil yang positif bagi diri kita maupun orang lain. Jangan sampai jika kita sudah mengetahui bakat yang kita punya justru membuat kita berbesar hati akan apa yang sudah kita miliki,tetapi bakat tersebut harus tetap dilatih dan dikembangan agar di masa depan kelak bakat kita tersebut tetap berguna.
Langganan:
Komentar (Atom)


