kondidi pendidikan di Indonesia menurut sudut pandang psikologi
KONDISI PENDIDIKAN DI INDONESIA MENURUT SUDUT PANDANG PSIKOLOGI
Pendidikan merupakan faktor yang
sangat penting bagi masyarakat/bangsa. Maju-mundurnya kualitas peradaban pada
manusia bergantung pada bagaimana kondisi pendidikan yang terdapat pada masyarakat
suatu bangsa tersebut. Pendidikan juga merupakan bagian penting dari kehidupan
yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Hewan juga
“belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya, sedangkan manusia belajar
berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan
yang lebih berarti. Pendidikan bisa bersifat formal,informal maupun nonformal,
pendidikan formal adalah pendidikan yang biasa kita dapati di sekolah maupun di
universitas, pendidikan nonformal bisa kita dapat dari lingkungan sekitar yaitu
dengan interaksi sosial, lalu pendidikan nonformal terdapat pada tempat bimbel
atau les.

Pada kesempatan kali ini penulis
ingin membahas tentang “kondisi pendidikan di Indonesia menurut sudut pandang
psikologi”. Bila kita membicarakan kondisi pendidikan di Indonesia pasti kita
sudah banyak mengetahui melalui media masa seperti televisi, Koran atau
artikel-artikel bahkan bila kita tidak sempat melihat berita ditelivisi atau
membaca Koran dan artikel ,sekarang ini kita bisa mengakses melalui internet
atau media sosial. Perkembangan zaman sudah mempermudah kita untuk bisa
mengetahui hal apa yang sedang hangat dibicarakan khususnya pada saat ini yang
akan penulis bahas yaitu tentang kondisi pendidikan di Indonesia. Bila kita
lihat kondisi pendidikan di Indonesia sangatlah memperihatinkan banyak sekali
kasus-kasus yang berkaitan tentang kurangnya pendidikan di Indonesia seperti
tawuran antar pelajar yang sudah tak asing lagi bagi kita. Lalu kekerasan yang
terjadi oleh senior kepada juniornya (senioritas) hal tersebut nampaknya sudah
menjadi trend yang turun-temurun dilakukan oleh para senior setiap tahun
pembelajaran baru tepatnya pada Masa Orientasi Siswa (MOS). Tak kalah menarik
sekarang-sekarang ini kita dikejutkan oleh adanya kekerasan seksual pada anak
dari usia dini ( TK – SD ) sampai siswa Sekolah Mengah Atas (SMA). Bukan hanya
itu setiap tahunnya kita juga sudah sering mendengar siswa-siswi yang merasa stress
dan depresi saat mendekatnya Ujian Nasional bahkan banyak dari mereka karena
terlalu stress dan depresi akibatnya mereka memilih untuk mengakhiri hidupnya
dengan bunuh diri.

Jika kita melihat kondisi pendidikan
di Indonesia melalui sudut pandang psikologi melalui permasalahan-permasalahan
menyangkut masalah pendidikan yang sudah dijelaskan di atas, kita dapat menarik
kesimpulan bahwa kondisi pendidikan yang ada pada bangsa Indonesia masih jauh
dari harapan. Meski sudah banyak sekali metode pendidikan yang gunakan oleh
pemerintah terkait masalah pendidikan namun masih saja terdapat masalah
terhadap pendidikan di Indonesia. Terkait kasus tawuran antar pelajar
memperlihatkan bahwa moral anak bangsa masih dipertanyakan, tindakan yang
sangat tidak patut dilakukan oleh anak bangsa ini menimbulkan pertanyaan apakah
mereka tidak diajarkan moral serta perilaku yang baik melalui pelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan. Kita tahu di dalam pelajaran tersebut kita
diajarkan bagaimana berperilaku yang baik kepada sesama dan saling memberikan
rasa aman atau justru mereka yang mengacuhkan pelajaran tersebut sehingga masih
sering terjadi tawuran antar pelajaran.
Lalu pada kasus senioritas dan pelecehan seksual membuat siswa-siswi
yang menjadi korban tersebut merasa trauma yang berat sehingga mereka merasa
enggan untuk kembali ke sekolah mereka. Mental para korban keduanya sudah
sangat terganggu sehingga muncul dipikiran mereka bahwa sekolah bukanlah tempat
yang aman sehingga mereka hanya berdiam diri di rumah sekian lama atau
melakukan home schooling. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja sudah
selayaknya peran orang tua,guru maupun pemerintah untuk ikut andil dalam
menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyangkut masalah pendidikan di
Indonesia. Kita tidak boleh mengabaikannya begitu saja namun harus memikirkan bagaimana
caranya agar masalah ini dapat terselesaikan sehingga siswa-siswi tidak lagi
menjadi korban atas kejahatan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar