Jumat, 24 April 2015

Menggali Potensi Dalam diri





 POTENSI DALAM DIRI



Setiap manusia dilahirkan dalam bakat atau potensi diri yang berbeda-beda, Karena keduanya adalah sebuah anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada seluruh makhluknya. Bakat dimiliki oleh manusia dalam bentuk yang berbeda-beda setiap manusia memiliki bakatnya masing-masing. Bakat yang kita miliki sudah tertanam sejak kita dilahirkan namun terkadang kita tidak mengetahui bakat apa yang sesungguhnya kita miliki. Karena itu dalam pengembangannya bakat memerlukan proses yaitu sebuah latihan secara terus-menerus. Biasanya bakat adalah sebuah kegiatan yang apabila kita lakukan diri kita akan merasa senang untuk melakukannya dan tak akan pernah bosan. Selain itu untuk mengetahui bakat apa yang kita miliki biasanya kita melakukan banyak kegiatan dan memilih sebenarnya kegiatan seperti apa yang cocok atau sesuai dengan keinginan kita.

 
            Berbagai macam kegiatan telah saya lakukan untuk mencari tahu sebenarnya bakat atau potensi apa yang saya miliki. Sampai pada saat saya masuk ke jenjang SMP saya tahu bahwa potensi yang saya punya adalah olahraga khususnya olahraga basket. Awalnya saya tak tahu bahwa bakat saya adalah basket, sampai pada saat seorang pelatih basket di SMP saya mengajak saya bergabung untuk masuk kedalam tim basket sekolah saya. Pelatih tersebut memberitahukan kepada saya, bahwa saya memiliki potensi untuk bermain basket karena postur badan saya yang tinggi. Saat pertama mendengar Pelatih tersebut saya sempat tidak percaya bahwa saya memiliki potensi untuk bermain basket. Karena pelatih tersebut selalu meminta saya untuk masuk kedalam tim basket akhirnya saya memutuskan untuk ikut berlatih basket. Tidak semudah yang saya kira, diawal-awal latihan saya merasa jenuh dan belum tertarik dengan basket. Karena belum merasa cocok akhirnya saya memilih untuk berhenti berlatih, namun pelatih tersebut meminta saya untuk mendampinginya saat melatih tim sekolah saya. Mulai saat itulah muncul kembali minat saya untuk berlatih basket. HIngga akhirnya saya merasa cocok dan senang saat berlatih atau bermain.


            Keahlian saya dalam bermain basket berkembang pesat bahkan saat masih SMP saya sudah masuk kedalam tim SMA. Permainan basket saya terus berkembang dari waktu ke waktu, saya juga tak pernah  bosan untuk terus bermain basket. Walaupun cukup sulit untuk orang seperti saya dalam bermain basket karena saya memiliki mata minus yang cukup besar. Tetapi hal tersebut tidak menghalangi saya untuk terus berlatih dan berkembang dalam dunia basket. Mata minus saya bukanlah suatu alas an bahwa saya harus berhenti dalam dunia basket. Saya pun berpikir untuk tetap berlatih secara rutin hingga saya bisa masuk tim inti saat kuliah atau bahkan lebih dari itu sampai akhirnya saya bisa mengikuti kejuaraan basket dan menggemgam piala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar