Kamis, 24 Maret 2016

Fenomena Kesehatan Mental dan Konsep Normal, Abnormal



Fenomena Kesahatan Mental
dan Konsep Normal – Abnormal di Masyarakat


Sehat adalah suatu kondisi dimana seseorang dalam keadaan baik antara jasmani dan rohani, keduanya saling berhubungan mengatur fungsi-fungsi yang ada pada tubuh kita. Semua orang ingin dirinya dalam keadaan sehat , tidak ada seseorang yang menginkan dirinya dalam keadaan tidak sehat. Kesehatan adalah seseuatu yang berharga dan mahal oleh sebab itu penting bagi diri kita untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Pada zaman sekarang ini banyak sekali manusia yang memiliki pola hidup yang tak sehat berbeda sekali dengan manusia terdahulu yang selalu menjaga pola hidup mereka. Mulai dari makanan, olahraga, atau kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan sehingga, sudah banyak sekali penyakit – penyakit baru yang bermunculan pada saat ini. Tak hanya penyakit jasmani saja yang ada pada saat ini namun juga penyakit yang tak bisa dianggap remeh karena berhubungan dengan mental atau jiwa seseorang dan berkaitan erat dengan psikologi. Maka dari itu Psikologi sebagai ilmu yang sudah berdiri sendiri pada saat ini membahas tentang adanya suatu masalah berkaitan dengan Kesehatan Mental.
Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psychose). Suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu selaras dengan perkembangan orang lain. Terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem yang biasa terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya. Masih banyak sekali masyarakat khususnya di Indonesia yang meremehkan kesehatan mental. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menghindar untuk datang ke psikolog atau psikiater hanya karena stigma yang sudah tersebar bahwa orang yang datang ke psikolog atau ke psikiater adalah orang “gila” atau mempunyai gangguan jiwa. Salah satu contoh fenomena kesehatan mental yang ada di kalangan masyarakat adalah sebagai berikut : Sudah tak asing lagi mungkin bagi kita mendengar peristiwa hamil diluar nikah , miris memang mendengarnya namun begitulah kenyataannya yang terjadi pada saat ini dikalangan para remaja. Mengikuti gaya hidup seperti yang ada di Barat sudah banyak sekali remaja di Indonesia yang mengalami hamil diluar nikah, dan sebagian besar dari mereka merasa malu karena mendapat omongan dari luar sehingga munculah gangguan-gangguan mental seperti stress, depresi,dan frustasi hal ini juga disebabkan karena pasangan mereka meninggalkannya setelah tahu bahwa perempuannya positif hamil. Gangguan mental tersebut yang akhirnya membuat para korban hamil diluar nikah ini memilih untuk mengaborsi bayi tersebut atau bahkan yang lebih parahnya mereka berani mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Peristiwa ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa seseorang yang di hidupnya mendapatkan tekanan dari luar berupa omongan-omongan negatif dapat menyebabkan seseorang mengalami stress dan apabila seseorang yang mendapat tekanan tersebut memiliki jiwa yang tidak kuat maka akan timbul suatu ganggguan kejiwaan dan menurunnya mental mereka. Oleh karena itu Kesehatan Mental tidak bisa begitu saja kita remehkan karena begitu besar dampaknya bagi kehidupan .


 Karena tidak ada satu orang pun yang memiliki model manusia yang ideal, maka kita sukar untuk secara pasti mengklasifikasikan apa yang dimaksud normal dan abnormal.

 Berikut ciri-ciri yang pribadi yang sehat-normal menurut aspek penyesuaian diri :
  • Sikap terhadap diri sendiri --> Menunjukkan penerimaan diri (konsep diri); memiliki jati diri yang memadai (positif); memiliki penilaian yang realistik terhadap berbagai kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan tidak dimiliki oleh diri sendiri. 
  • Persepsi terhadap realitas --> Memiliki pandangan yang realistik terhadap diri sendiri dan terhadap dunia, orang lain dan benda di sekelilingnya dalam kehidupan kesehariannya.
  • Integrasi  --> Berkepribadian utuh, bebas dari konflik-konflik batin yang melumpuhkan, memiliki toleransi yang baik terhadap stres (dapat menyelesaikan masalah dan memiliki coping stres yang sesuai).
  • Kompetensi --> Memiliki kompetensi-kompetensi fisik, intelektual, emosional, dan sosial yang memadai untuk mengatasi berbagai problema hidup dalam kesehariannya.
  • Otonomi --> Memiliki kemandirian, tangggung jawab dan penentuan diri (self determination, self direction) yang memadai disertai kemampuan cukup untuk membebaskan diri dari aneka pengaruh sosial agar tidak terombang-ambing dan terpengaruh secara cepat oleh lingkungan sosial sekitar.
  • Pertumbuhan aktualisasi diri --> Menunjukkan kecenderungan ke arah menjadi semakin matang, kemampuan-kemampuannya dan mencapai pemenuhan diri sebagai pribadi, semakin bertambah umur diharapkan tingkat kematangan seseorang pun semakin membaik sesuai dengan tingkat kematangan umurnya. 

Beberapa kriteria yang dimaksud adalah penyimpangan dari norma statistik, penyimpangan dari norma-norma sosial, gejala "salah suai" (malajudgement), tekanan batin, dan ketidakmatangan.
  1. Penyimpangan dari norma-norma statistik abnormal adalah setiap hal yang luar biasa, tidak lazim, atau secara harfiah yang menyimpang dari norma. hampir setiap kepribadian tersebar dalam populasi orang mengikuti kurva normal yang bentuknya mirip genta/lonceng, di mana dua pertiga dari jumlah kasus terletak pada sepertiga dari keseluruhan bidang yang mewakili populasi tersebut. kriteria ini cocok diterapkan untuk sifat kepribadian tertentu seperti sifat agresif, di mana makin jauh dari nilai rata-rata baik ke arah kiri maupun kanan kita temukan orang-orang dengan tingkat agresifitas ekstrem (rendah atau tinggi), yang dua-duanya berkonotasi negatif. sebaliknya kriteria ini tidak cocok untuk sifat-sifat kepribadian lain, seperti inte;egensi sebab kendati sama-sama abnormal namun genius (ektrem tinggi) jelas mempunyai nilai positif, sedangkan sifat idiot (ekstrem rendah) punya nilai negatif.
  2. Penyimpangan dari norma-norma sosial Menurut kriteria ini, abnormal diartikan sebagai non konformitas, yaitu sifat tidak patuh atau tidak sejalan dengan norma sosial. inilah yang disebut relativisme budaya bahwa apa saja yang umum atau lazim dalah normal. kendati tidak selalu sepakat, namun patokan semacam ini sering berlaku dalam masyarakat. patokan ini didasarkan pada dua pengandaian yang patut diragukan kebenarannya. pertama aalah apa yang dinaliali tinggi dan dilakukan oleh mayoritas selalu baik dan benar. kedua bahwa perbuatan individu yang sejalan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku selalu menunjang kepentingan individu itu sendiri maupun kepentingan kelompok atau masyarakat.
  3. Gejala "salah suai" (malajudgement) abnormalitas dipandang sebagai ketidakefektifan individu dalam menghadapi, menanggapi, menangani atau melaksanakan tuntutan-tuntutan dari lingkungan fisik dan sosialnya maupun yang bersumber dari kebutuhannya sendiri. Kriteria semacam ini jelas bersifat negatif, artinya tidak memperhitungkan fakta bahwa seorang individu dapat berpenyesuaian baik (well adjusted) tanpa memanfaatkan dan  mengembangkan kemampuan-kemampuannya. tidak sedikit orang yang secara umum disebut "berhasil" dalam menjalani hidup ini, adalam arti hidup "lumrah baik" namun sebagai pribadi tidak pernah berkembang secara maksimal optimal.
  4. Tekanan Batin abnormalitas dipandang sebagai perasaan-perasaan cemas, depresi atau sedih atau perasaan bersalah yang mendalam. namun, ini bukan patokan yang baik untuk membedakan perilaku normal dari yang abnormal atau sebaliknya. Tekanan batin yang kronik seperti tak berkesudahan mungkin memang merupakn indikasi bahwa ada sesuatu yang tidak beres. sebaliknya sangat normal bila orang merasa sedih atau tertekan manakala mengalami musibah, kekecewaan dan ketidakadilan. Ketabahan memang merupakan suatu indikator kemasakan menghadpi bencana, namun dalam keadaan biasa wajar misalnya, akan terkesan aneh apabila seseorang merasa gembira menghadapi kematian otang yang terkasih.
  5. Ketidakmatangan Seseorang dikatakan abnormal apabila perilakunya tidak sesuai dengan tingkat usianya, dan tidak sesuai dengan situasinya. misalnya sering sulit menemukan patokan tentang kepantasan dan kematangan. Colemen, Butcher dan Crason (1980) dengan tetap menyadari kekurangannya akhirnya menggunakan dua kriteria yaitu abnormalitas sebagai penyimpangan dari norma-norma masyarakat dan abnormalitas dalam arti apa saja yang bersifat maladaptif. yang terakhir berati apa saja yang tidak menunjang kesejahteraan sang individu sehingga pada akhirnya juga tidak menunjang kemaslahatan masyarakat. kesejahteraaan atau kemaslahatan masyarakat meliputi baik kemampuan bertahan maupun perkembangan-pencapaian pemenuhan diri atau aktualisasi dari berbagai kemampuan yang dimiliki.
Jadi definisi dan ciri-ciri Perilaku abnormal adalah perilaku yang dilakukan di luar batas wajar orang lain pada umumnya (ektrem kiri maupun kanan), menyimpang dari norma sosial atau tata aturan dalam hidup berkelompok sosial (masyarakat), kurang berhasilnya memanfaatkan kemampuan diri individu itu sendiri dalam menghadapi, menanggapi, menangani atau melaksanakan tuntutan-tuntutan dari lingkungan fisik dan sosialnya maupun yang bersumber dari kebutuhannya sendiri, seseorang yang mengalami tekanan batin yang kronik mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang tidak beres, dan tingkat kematangan seseorang yang tidak sesuai dengan tingkat usianya yang sepantasnya tidak dilakukan.

 

Kamis, 17 Maret 2016

Mind Map Sejarah Kesehatan Mental


Muhammad Taufik Dermawan
2PA07
17514563
Mind Map Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental



Minggu, 24 Januari 2016

Psikologi dan Internet dalam Lingkup Transpersonal

Dampak Sosial Interaksi Manusia & Internet


        Internet adalah sebuah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite, dimana seseorang yang menggunakan komputer yang terhubung dalam sistem ini dapat bertukar informasi satu sama lain. Email, chat room, dan pesan instan membantu orang tetap berkomunikasi. internet juga bisa dimanfaatkan untuk transaksi bisnis secara online.



Hal-hal tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya orang yang lebih memilih mengirim surat atau laporan melalui email, orang-orang yang lebih memilih belanja online daripada datang langsung ke toko. Dalam dunia pendidikan pula, teknologi internet hadir sebagai media yang sangat multifungsi. Berbagai peranan internet antara lain sebagai akses kesumber informasi, alat bantu pembelajaran, fasilitas pembelajaran dan sebagai infrastruktur system informasi dalam institusi lembaga pendidikan. Berbagai peranan ini dinilai sangat penting karena dapat meningkatkan arus informasi dengan sangat cepat dan menjadi poin utama bagi perkembangan pendidikan di Indonesia di era global saat ini. Internet memiliki berjuta manfaat. Namun seiring dengan jutaan manfaat tersebut, internet juga memiliki berjuta dampak negatif.



Tiap pengguna internet pasti sudah pernah mendapatkan berbagai dampak positif maupun negatif meskipun terkadang secara tidak sadar. Dampak positif yang didapat dari penggunaan internet diantaranya adalah:



1.   Membuat masyarakat menjadi lebih kreativ dan inovatif

2.   Membuat masyarakat lebih sadar akan hal-hal yang terjadi disekitarnya

3.   Mengikis kesenjangan informasi antara masyarakat desa dan kota, karena sekarang masyarakt desa puun bisa mengakses internet.





Dampak sosial



      Dampak sosial dari interaksi manusia dengan internet ditinjau dari bidang psikologis, ada beberapa hal yang bisa dibilang menjadi dampak psikologis dari interaksi manusia dengan internet, diantaranya :



1.  Perilaku Antisosial

Bentuk perilaku yang berlawanan dengan norma sosial yang berlaku di masyarakat, yang meliputi pelanggaran hukum maupun perilaku menyimpang. Berdasarkan penelitian, penggunaan komputer terutama game yang mengandung kekerasan akan memberikan efek yang sama dengan terpaan kekerasan yang ditampilkan di televisi. Hal tersebut membuat anak tidak dapat membedakan antara dunia nyata dan maya sehingga kekerasan dapat dipraktikkan dan menjadi hal yang biasa. ‘serangan’ pornografi di internet juga menjadi permasalahan utama karena menimbulkan efek yang menghawatirkan pada remaja bahkan anak-anak. Banyak situs-situs porno yang memanfaatkan nama situs terkenal yang akrab dan biasa dikonsumsi anak-anak.



2.  Computer anxiety

merupakan ketakutan terhadap computer atau disebut juga dengan cyberphobia dan computerphobia. Orang-orang yang terkena efek ini kebanyakan adalah individu yang lemah dalam hal-hal teknis, matematis dan biasanya pernah mengalami hal buruk dengan komputer, misalnya mengkonsumsi komputer berlebihan sehingga memicu penyakit vertigo, nausea dan keringat dingin. Cyberphobia juga disebabkan karena adanya dorongan dari diri individu yang menolak komputer karena mereka takut mengacaukan komputer ketika mereka menekan tombol yang salah, tidak mempercayai perlindungan privasi yang dijanjikan provider internet, dan perasaan bersalah yang berlebihan ketika gagal memecahkan masalah yang dihadapi dengan komputer.



3.  Internet Addiction Disorder (IAD)

Gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan.



Kemampuan komputer untuk menampilkan audio dan visual secara interaktif membuat penggunanya untuk terus kembali dan menggunakannya, baik sebagai hiburan maupun sebagai pemenuhan kebutuhan dalam mencari informasi. Pengguna komputer terutama anak-anak cenderung ”ketagihan” ketika mereka mulai mengenal permainan komputer. Mereka asyik bermain, berpetualang di dunia maya dan melupakan tugas-tugas dan kehidupannya di dunia nyata.



Pengguna yang mengkonsumsi komputer diatas 4 jam termasuk dalam kategori heavy sehingga berpotensi untuk menjadi pecandu teknologi ini. Apabila sudah mengalami kecanduan, maka penggunanya tidak tanggung-tanggung untuk menghasbiskan uang dan melakukan apapun demi mendapatkan dan terus memperoleh akses terhadap komputer dan internet.



4.  Narsisme

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Western Illinois University, ada hubungan langsung antara jumlah teman facebook dan pengikut di twitter dengan kebiasaan seseorang untuk bersikap narsisme. Menurut KBBI, narsisme sendiri merupakan hal atau keadaan mencintai diri sendiri secara berlebihan, serta hal atau keadaan yang memiliki kecenderungan keinginan seksual dengan diri sendiri. Dr Pulkit Sharma, Psikolog Klinis dan Therapis Psikoanalisis, seperti yang dikutip dari Healthmeup, menyebutkan, ada korelasi yang kuat antara batin, kesepian dan kekosongan jumlah waktu dan uang yang diinvestasikan dalam media sosial. “Orang-orang sengaja membuat gambar besar di media sosial. Seorang klien saya terobsesi dengan memiliki jumlah banyak dari teman-teman online dan satu lagi menghabiskan banyak biaya untuk mendapatkan foto profil yang menarik minat,” lanjutnya.



Menurut Sharma, selain ingin menyebarkan informasi, kebiasaan narsisme menunjukkan bahwa seseorang tersebut merasa kesepian, terisolasi dan rapuh. Orang tersebut dikatakan sebagai orang yang tidak dapat tampil maksimal dalam kehidupan nyata, sehingga pada akhirnya mereka bergegas ke media sosial untuk mendapatkan pengganti. Orang-orang melakukannya untuk menarik perhatian atau mendapatkan kepastian.



Jadi, sudah kita ketahui bahwa internet membawa dampak positif maupun negative terhadap interaksi setiap manusia, itu semua tergantung bagaimana masing-masing induvidu tersebut menggunakan internet dengan bijak. Jika digunakan secara tidak bijak maka dampak negative-lah yang akan diperoleh. Jadi pergunakanlah internet secara bijak dan tidak berlebihan.






Kinerja Team :
13514631
Searching
14514983
Sarana Prasarana
15514540
Searching
17514563
Typing
18514917
Editor
1A514308
Typing